Definisi
Keamanan
jaringan merupakan aktivitas apa pun yang dirancang untuk melindungi kegunaan
dan integritas jaringan dan data Anda. Hal tersebut mencakup teknologi
perangkat keras dan perangkat lunak. Keamanan jaringan yang efektif mengelola akses
ke jaringan, menargetkan berbagai ancaman dan menghentikannya masuk atau
menyebar di jaringan Anda.
Keamanan
jaringan dapat diartikan juga sebagai proses mengambil tindakan pencegahan
untuk melindungi infrastruktur jaringan dari akses yang tidak sah, penyalahgunaan,
kerusakan, modifikasi, perusakan atau pengungkapan yang tidak benar.
Kerentanan jaringan
Jaringan komunikasi data (mis: internet) saat
ini umumnya memanfaatkan arsitektur TCP/IP yang cenderung memiliki kerentanan
khusunya pada IPv4, beberapa diantaranya adalah :
- Transfer data dilakukan dalam mode plainteks
- Mekanisme otentikasi yang lemah antara klien dan server
- Lapisan IP rentan terhadap serangan spoofing IP
- Dan sebagainya
Suatu sistem dapat dikatakan aman jika tiga syarat berikut terpenuhi :
- Confidentiality, suatu sistem harus mampu menjaga kerahasian data/informasi yang tersimpan didalamnya. Sistem atau data tidak dapat diakses oleh orang yang tidak berhak. Pengelola harus memastikan bahwa data, resource/layanan jaringan hanya dapat diakses oleh pengguna yang sah.
- Integrity, suatu sistem harus mampu menjaga keutuhan data. Ketika suatu host mengirimkan data ke host yang lain, data yang dikirimkan tidak dapat diubah sehingga data yang dikirim dan data yang diterima nilainya sama. Pengelola harus memastikan bahwa data, resource/layanan jaringan tidak dapat diubah oleh pengguna yang tidak berhak.
- Availability, suatu sistem harus mampu menjaga ketersediaan layanan yang disediakan oleh sistem tersebut. Suatu layanan harus senantiasa dapat diakses ketika pengguna yang sah memerlukannya. Pengelola harus memastikan bahwa data, resource/layanan jaringan secara kontinu tersedia bagi pengguna yang sah, kapanpun mereka perlukan.
Bagaimana mengamankan jaringan
Beberapa
mekanisme yang digunakan untuk mengamankan jaringan, antara lain :
- Penyandian, mekanisme ini menyediakan layanan kerahasiaan data dengan mengubah data menjadi bentuk yang tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang. Mekanisme ini menggunakan algoritma enkripsi-dekripsi dengan kunci rahasia.
- Tanda tangan digital, Mekanisme ini setara secara elektronik dengan tanda tangan biasa dalam data elektronik. Ini memberikan keaslian data
- Kontrol akses, Mekanisme ini digunakan untuk menyediakan layanan kontrol akses. Mekanisme ini dapat menggunakan identifikasi dan autentikasi entitas untuk menentukan dan menerapkan hak akses entitas
Metodologi yang digunakan untuk melakukan serangan terhadap target terdiri dari 5 tahapan berikut:
- Reconnaissance, merupakan tahap persiapan dimana hacker berusaha mencari informasi sebanyak‐banyaknya mengenai target atau sasaran yang akan diserang sebelum rangkaian proses penyerangan dilaksanakan
- Scanning, merupakan langkah awal sebelum melakukan penyerangan. Hacker melakukan berusaha untuk mengumpulkan informasi tertentu berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah sebelumnya.
- Gainning access, berdasarkan informasi yang telah berhasil dikumpulkan pada langkah-langkah sebelumnya serta analisa terhadap kelemahan yang dimiliki oleh target, hacker melakukan upaya penetrasi terhadap target.
- Maintain access, Ketika hacker telah berhasil memasuki sistem target, langkah berikutnya yang dilakukan hacker adalah membuat backdoor sebagai sarana pintu masuk pada serangan berikutnya. Hal ini dapat dilakukan dengan memasangkan trojan, rootkit pada sistem target sehingga penyerang dapat mengunduh, mengunggah, memanipulasi data, aplikasi dan sistem layaknya milik sendiri.
- Clearing track, menutupi jejak merupakan aktivitas yang dilakukan oleh penyerang untuk menyembunyikan akvitas yang dilakukan terhadap sistem target.
Komentar
Posting Komentar