# Mengenal Ancaman dan Serangan Terhadap Sistem Informasi Langsung ke konten utama

Mengenal Ancaman dan Serangan Terhadap Sistem Informasi


Pendahuluan

Fenomena E-Bisnis tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis baik di negara maju maupun berkembang. Konsep baru yg berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru yg dianggap sebagai kunci sukses perusahaan di era informasi masa mendatang. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa e-bisnis adalah : merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi & proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen & komunitas tertentu secara elektronik.

Salah satu sarana yang digunakan untuk melakukan transaksi diantara entitas e-bisnis adalah internet. Internet merupakan salah satu bentuk model jaringan yang menghubungkan antar komputer. Jaringan komputer merupakan media yang secara native bersifat kurang aman.   Melalui jaringan komputer tindakan kejahatan dapat dilakukan, mulai dari penyadapan/pengintipan hingga pencurian dan pengrusakan data/informasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu faktor yang perlu kita perhatikan dalam memanfaatkan teknologi e-bisnis ini adalah faktor ancaman dan pengamanan terhadap data.

Security merupakan status dari kemampuan infrastruktur dan informasi dari aktifitas pencurian/pelanggaran terhadap data, perusakan dan gangguan yang dilakukan pada layanan dan informasi. Berbicara tentang security, terdapat beberapa elemen yang berhubungan dengan security, antara lain :

  • Confidentiality : Kemampuan untuk merahasiakan/menyembunyikan informasi atau resources.
  • Authenticity : Kemampuan terhadap jaminan dan mengidentifikasi asal informasi.
  • Integrity : Kemampuan untuk mempercayai data atau resource guna mencegah terjadinya perubahan data yang tidak benar dan tidak sah.
  • Availability : Kemampuan untuk menggunakan informasi atau sumber daya yang diharapkan.
Setiap kegiatan hacking akan mempengaruhi elemen-elemen tersebut.


Jenis-Jenis Serangan yang mengancam Security
  • Spyware
  • DOS / DDOS
  • Password Sniffing
  • Identity Theft
  • Web site deface

Kegiatan apa yang dilakukan oleh hacker ?
  • Reconnaissance (Pengintaian), langkah ini bisa dilakukan dengan dua cara :
    • Secara aktif, mencoba berhubungan dengan target secara langsung. Contohnya: anda menghubungi help desk atau departemen teknik melalui telepon.
    • Secara pasif, memperoleh informasi tentang target tanpa harus berhubungan secara langsung. Sebagai contoh, mencari informasi melalui saran Public (google)
  • Scanning, merupakan langkah awal sebelum melakukan penyerangan. Ketika hacker melakukan tahapan ini, ia berusaha untuk mengumpulkan informasi tertentu berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah pengintaian. Tingkat resikonya : masuk ke dalam kategori High, hacker dapat menggunakan pintu masuk agar dapat melakukan serangan. Scanning dapat dilakukan melalui  port scanner, network mapping, scanner vulnerability dan sebagainya.
  • Gainning access, langkah ini termasuk ke dalam langkah penetrasi. Hacker memanfaatkan kelemahan yang terdapat pada sistem. Exploit dapat terjadi melalui sebuah LAN, internet dengan melakukan penipuan atau pencurian. Contoh kegiatan tersebut antara lain buffer overflow, denial of service, session hijack dan crack password. Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan tersebut ádalah  arsitektur dan konfigurasi dari sistem target, tingkat kemampuan pelaku dan tingkat awal memperoleh akses. Resiko bisnisnya : Highest, hacker dapat mengakses pada tingkat sistem operasi, aplikasi atau tingkat network.
  • Memelihara koneksi akses, Memelihara akses ketika hacker mencoba untuk tetap memiliki sistem target. Hacker dapat mengganggu system. Hacker dapat melakukannya dengan memasangkan backdoors, rootkit atau trojan. Hacker dapat melakukan kegiatan upload, download atau manipulasi data, aplikasi dan konfigurasi seoleh-oleh miliknya.
  • Membersihkan jejak, menutupi jejak merupakan aktifitas yang dilakukan olehhacker untuk menyembunyikan kelakuannya. Hal ini dilakukan untuk tujuan memperpanjang koneksi ke target, berlanjut menggunakan resource, menghapus bukti-bukti kegiatan hacking dan mencegah tindakan hukum. Contoh: auditpol (menon aktifkan fungsi log), tunneling dan mengubah/menghapus file-file log.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Pandang Manajemen Risiko

Sekilas Pandang Manajemen Risiko Pengertian risiko menurut KBBI adalah segala kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan Manajemen risiko adalah bagian dari proses kegiatan didalam organisasi dan pelaksanaannya terdiri dari multi disiplin keilmuan dan latar belakang, manajemen risiko adalah proses yang berjalan secara berkesinambungan. Elemen Utama dari Manajemen Risiko Penetapan tujuan, menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan diterapkan. Mengidentifikasi ancaman, mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut. Analisa risiko,   Menentukan tingkat probabilitas dan dampak yang akan ditimbulkan. Menentukan tingkat risiko dengan mengalikan kedua variabel tersebut (Probabilitas x Dampak) Evaluasi risiko: Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Menetapkan tingkatan ri...

Mengapa MasterPlan Teknologi Informasi diperlukan ?

Sekilas Pandang tentang MasterPlan Teknologi Informasi Perkembangan terhadap pemanfaatan teknologi informasi saat ini sudah semakin meningkat di berbagai industri. Hal ini terjadi dengan suatu kesadaran bahwa pemanfaatan informasi yang baik dan benar tidak hanya akan memberikan efisiensi dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga akan meningkatkan layanan dan keunggulan bersaing organisasi. Kesadaran pemanfaatan teknologi informasi tersebut dilanjutkan dengan proses implementasi teknologi informasi, baik dari sisi perangkat lunak ( software ) maupun perangkat keras ( hardware ) dan infrastruktur, dengan harapan agar teknologi informasi yang dibangun mampu memberikan manfaat sesuai dengan yang diharapkan. Namun harus disadari bahwa pemanfaatan teknologi informasi menimbulkan berbagai konsekuensi yang harus diantisipasi oleh organisasi, dan konsekuensi ini menimbulkan dampak (positif dan negatif) bukan hanya pada aspek teknologi semata, melainkan aspek-aspek lai...