# Standard Operational Procedure Langsung ke konten utama

Standard Operational Procedure


SOP (Standard Operational Procedure)


Pengertian SOP

SOP (Standard Operational Procedure) menurut Akyar merupakan dokumen proses yang menjelaskan secara terperinci mengenai bagaimana cara melakukan sesuatu dalam sebuah kegiatan operasional.

Pengertian standar operasional prosedur (SOP) menurut Istyadi Insani  adalah dokumen yang berisi serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan administrasi perkantoran yang berisi cara melakukan pekerjaan, waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan dan aktor yang berperan dalam kegiatan.

Dapat disederhanakan SOP adalah kumpulan dari instruksi mengenai aktifitas yang didokumentasikan secara berulang pada sebuah organisasi.

Tujuan SOP
SOP digunakan untuk menjaga konsistensi kegiatan operasional serta sebagai tolak ukur keberhasilan suatu kegiatan operasional. Dengan SOP, organisasi dapat mendefinisikan tujuan dari kegiatan operasionalnya, dan seluruh komponen terkait seperti alat atau data terkait operasional, aktifitas terkait kegiatan operasional maupun aktor yang terlibat dalam kegiatan operasional tersebut.

Manfaat SOP
Salah satu manfaat dari implementasi SOP yaitu meminimalkan variasi pelaksanaan suatu kegiatan operasional, dan juga untuk menjaga konsistensi dalam meningkatkan kualitas dari suatu operasional, bahkan apabila terjadi pergantian aktor dalam kegiatan operasional tersebut, kegiatan masih dapat berjalan karena telah memiliki suatu standard proses yang jelas.

Kriteria Penulisan SOP yang baik
  1. Dapat Dipahami, SOP disusun dengan jelas dan spesifik dengan menggunakan bahasa formal dan format penulisan yang baik untuk mudah dipahami
  2. Dapat Diimplementasikan, SOP disusun dengan mengacu pada dokumen terkait yang ada pada organisasi sehingga dapat diterapkan pada proses operasional yang sesungguhnya. Dokumen terkait yang dapat menjadi acuan dari pembuatan SOP adalah seperti kebijakan pendukung SOP hingga dokumen teknis lainnya.
  3. Dapat Diubah, SOP disusun dengan mengikuti kondisi organisasi dan harus mampu menyesuaikan perubahan kegiatan operasional yang terjadi pada proses operasional yang terkait.
  4. Lengkap dan spesifik, SOP disusun dengan secara khusus untuk seluruh aktifitas yang terkait dalam proses, termasuk memasukan seluruh unsur terkait proses seperti seluruh aktifitas, aktor hingga data yang terkait dalam kegiatan operasional. Dokumen SOP harus mencantumkan keterangan lengkap mengenai nomor, versi, judul serta status SOP.
  5. Dapat Diaudit, SOP disusun dengan lengkap dan spesifik untuk memudahkan proses audit internal dalam organisasi. SOP harus dapat diaudit untuk memastikan penjelasan alur proses yang ada di dalamnya masih sesuai dengan kondisi organisasi.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Ancaman dan Serangan Terhadap Sistem Informasi

Pendahuluan Fenomena E-Bisnis tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis baik di negara maju maupun berkembang. Konsep baru yg berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru yg dianggap sebagai kunci sukses perusahaan di era informasi masa mendatang. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa e-bisnis adalah : merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi & proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen & komunitas tertentu secara elektronik. Salah satu sarana yang digunakan untuk melakukan transaksi diantara entitas e-bisnis adalah internet. Internet merupakan salah satu bentuk model jaringan yang menghubungkan antar komputer. Jaringan komputer merupakan media yang secara native bersifat kurang aman.   Melalui jaringan komputer tindakan kejahatan dapat dilakukan, mulai dari penyadapan/pengintipan hingga pencurian dan pengrusakan data/informasi. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu fa...

Firewall

Firewall merupakan suatu sistem pengamanan jaringan yang berperan sebagai perimeter antar jaringan dengan melakukan mekanisme penyaringan terhadap trafik yang masuk maupun yang keluar. Firewall dapat berupa hardware ataupun software yang terinstall pada sebuah komputer. Fungsi firewall dalam jaringan adalah sebagai berikut: Menjadi pengontrol dan pengawas paket data yang masuk ke dalam/ ke luar   jaringan. Firewall harus dapat menjadi pengatur, penyaring dan juga pengontrol lalu lintas data. Melaksanakan otentikasi terhadap akses data. Melakukan pencatatan pada semua transaksi dari seluruh peristiwa yang terjadi didalam firewall. Melindungi akses terhadap suatu layanan Jenis firewall berdasarkan skalanya : Personal firewall, firewall yang terpasang di sebuah komputer, untuk melindungi komputer tersebut dari akses yang tidak diizinkan melalui jaringan. Network firewall, pelindung jaringan secara keseluruhan dari semua serangan yang berasala...