# IDS (Intrusion Detection System) Langsung ke konten utama

IDS (Intrusion Detection System)

IDS (Intrusion Detection System)
Intrusion Detection System adalah sebuah sistem yang dapat digunakan untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan dalam sebuah sistem atau jaringan. IDS dapat melakukan inspeksi terhadap lalu lintas inbound dan outbound dalam sebuah sistem atau jaringan, melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan penyusupan.
Komponen IDS
IDS terbentuk dari beberapa komponen berikut :
  • Sensor atau Agent, berfungsi memantau kegiatan.
  • Management Server, perangkat yang berfungsi menerima dan mengelola informasi dari Sensor atau Agent.
  • Database Server, tempat menyimpan informasi yang di catat oleh Sensor, Agent, maupun hasil analisa Management Server.
  • Console, merupakan program yang menyediakan interface ke user dan administrator IDS. Beberapa Console digunakan untuk mengkonfigurasi Sensor atau Agent dan juga digunakan untuk memantau.
Jenis IDS
  • Network IDS, memeriksa setiap paket yang memasuki jaringan untuk mengetahui adanya anomali dan data yang bermasalah. NIDS pada dasarnya dirancang untuk mengidentifikasi anomali pada level perangkat jaringan berupa switch, router dan host. NIDS mengaudit informasi yang terkandung dalam paket data, mencatat informasi paket bermasalah (mailicious).

  • Host IDS, dapat diinstal pada sistem sebuah perangkat host berupa PC hingga server. Mekanisme ini biasanya mencakup audit untuk peristiwa yang terjadi pada host tertentu. IDS menganalisis perilaku masing-masing sistem.



  • Pemantauan File Log, memonitor file log yang dibuat oleh layanan jaringan. IDS mencari melalui log dan mengidentifikasi kejadian yang mencurigakan. Sistem mencari pola dalam file log untuk mengidentifikasi adanya gangguan . Mekanisme ini biasanya program yang mem-parsing file log setelah suatu peristiwa telah terjadi, seperti upaya login yang gagal
  • File integrity Checking (Pemeriksaan integritas file), Mekanisme yang dilakukan oleh IDS jenis  ini adalah dengan cara memeriksa file. Memantau file untuk menentukan apakah penyusup sudah memodifikasi file tersebut. IDS jenis ini contohnya Tripwire melalui sistem SIV (System Integrity Verifier). 
Cara Mendeteksi Adanya Aktivitas Penyusupan
Sebuah penyusupan dapat terdeteksi dengan 3 cara, yakni :
  • Mendeteksi berbasis Signature, pengenalan signature dikenal juga sebagai deteksi penyalahgunaan (misuse detection).  Metode ini mencoba mengidentifikasi suatu kejadian yang menunjukkan penyalahgunaan sistem dengan model penyusupan yang sebelumnya sudah tersedia dalam sebuah database yang berisi cara-cara serangan dan penyusupan yang sering dilakukan oleh penyerang untuk membuat keputusan ada atau tidaknya penyusupan. Metode ini efektif bila IDS mendeteksi ancaman yang sudah dikenali, untuk jenis serangan baru metode ini kurang efektif.
  • Mendeteksi berbasis Anomali, jenis ini melibatkan pola lalu lintas yang mungkin merupakan sebuah serangan yang sedang dilakukan oleh penyerang. Umumnya, dilakukan dengan menggunakan teknik statistik untuk membandingkan lalu lintas yang sedang dipantau dengan lalu lintas normal yang biasa terjadi.
  • Mendeteksi Anomali Protokol, menyerupai anomaly-based, yaitu membandingkan profil yang sudah ada dengan kegiatan yang sedang berlangsung untuk mengidentifikasi penyimpangan. Namun, tidak seperti Anomaly-Based Detection yang menggunakan profil host, Stateful Protocol Analysis menggunakan profil yang lebih luas yang dapat merinci bagaimana sebuah protokol dapat digunakan atau tidak. 
Respon Terhadap adanya Insiden
  • Ketika insiden terjadi, IDS merespon insiden yang ada dengan memberikan peringatan kepada administrator lewat peringatan (alarm), sifat dari peringatan tersebut, terdiri dari  :
  • True Positive : Ketika terdapat upaya penyusupan terhadap target dan IDS berhasil mendeteksi aktivitas penyusupan tersebut dengan membangkitan peringatan (alarm).
  •  True Negative : Ketika tidak terdapat aktivitas penyusupan terhadap target dan IDS juga tidak membangkitan peringatan (alarm) .
  • False Positive : Ketika tidak terdapat aktivitas penyusupan terhadap target tapi IDS membangkitkan peringatan (alarm) yang menandai adanya penyusupan.
  • False Negative : Ketika tidak terdapat aktivitas penyusupan terhadap target tetapi IDS tidak dapat mendeteksi adanya aktivitas tersebut.

Intrusion Prevention System
Saat ini berkembang teknologi IPS (Intrusion Prevention System), teknologi yang mengkombinasikan kemampuan filtering dari Firewall dan kedalaman inspeksi paket data dari Intrusion Detection System (IDS).
Produk IDS/IPS
Contoh sistem IDS antara lain : Snort , Bro dan lain lain. Saat ini umumnya IDS sudah terdapat pula di perangkat UTM (Unified Threat Management) seperti produk dari Sonicwall, Astaro, dan sebagainya.

Contoh pemasangan IDS/IPS pada topologi Jaringan

Komentar

  1. assalamualaikum pak izin bertanya. untuk mendeteksi penyusupan kan ada 3 cara pak, diantara ketiga cara tersebut yang paling efeketif diaplikasikan didalam sebuah sistem yang mana pak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan,
      mis: signature based kurang efektif utk menghadapi jenis ancaman baru yang belum dikenal. Utk ancaman jenis baru akan lebih efektif menggunakan anomali based atau protokol analysis based. Tetapi terkadang memperoleh hasil yang bersifat false positive. Untuk lebih efektif tool IDS umumnya mengkombinasi ketiga mekanisme tersebut.

      Hapus
  2. maaf sebelumnya, apakah ada cara untuk mengelabuhi ids. Dan di perangkat apa sebenarnya ids itu bekerja? apakah di host saja, atau harus ada di perangkat networknya juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beberapa teknik untuk mengelabui IDS : fragmentation attack , enkripsi atau teknik lainnya.
      IDS terpasang bisa di host (Host IDS ), akan tetapi kemampuannya hanya mendeteksi anomali trafik terhadap 1 host saja.
      untuk NIDS diinstall di sebuah host atau bisa juga di perangkat jaringan (router, switch) yang memiliki fitur IDS/IPS .
      Umumnya perangkat firewall / UTM (Unified Threat Management) sudah terpasang IDS/IPS.

      Hapus
  3. punten pak, untuk inbound dan outbound itu dalam saluran jaringan tuh apa ya maksudnya ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekilas Pandang Manajemen Risiko

Sekilas Pandang Manajemen Risiko Pengertian risiko menurut KBBI adalah segala kemungkinan terjadinya peristiwa yang dapat merugikan perusahaan Manajemen risiko adalah bagian dari proses kegiatan didalam organisasi dan pelaksanaannya terdiri dari multi disiplin keilmuan dan latar belakang, manajemen risiko adalah proses yang berjalan secara berkesinambungan. Elemen Utama dari Manajemen Risiko Penetapan tujuan, menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan diterapkan. Mengidentifikasi ancaman, mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya risiko untuk analisis lebih lanjut. Analisa risiko,   Menentukan tingkat probabilitas dan dampak yang akan ditimbulkan. Menentukan tingkat risiko dengan mengalikan kedua variabel tersebut (Probabilitas x Dampak) Evaluasi risiko: Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar. Menetapkan tingkatan ri...

Mengapa MasterPlan Teknologi Informasi diperlukan ?

Sekilas Pandang tentang MasterPlan Teknologi Informasi Perkembangan terhadap pemanfaatan teknologi informasi saat ini sudah semakin meningkat di berbagai industri. Hal ini terjadi dengan suatu kesadaran bahwa pemanfaatan informasi yang baik dan benar tidak hanya akan memberikan efisiensi dan meningkatkan produktivitas, tetapi juga akan meningkatkan layanan dan keunggulan bersaing organisasi. Kesadaran pemanfaatan teknologi informasi tersebut dilanjutkan dengan proses implementasi teknologi informasi, baik dari sisi perangkat lunak ( software ) maupun perangkat keras ( hardware ) dan infrastruktur, dengan harapan agar teknologi informasi yang dibangun mampu memberikan manfaat sesuai dengan yang diharapkan. Namun harus disadari bahwa pemanfaatan teknologi informasi menimbulkan berbagai konsekuensi yang harus diantisipasi oleh organisasi, dan konsekuensi ini menimbulkan dampak (positif dan negatif) bukan hanya pada aspek teknologi semata, melainkan aspek-aspek lai...

Mengenal Ancaman dan Serangan Terhadap Sistem Informasi

Pendahuluan Fenomena E-Bisnis tidak dapat disangkal telah menjadi trend yang mewarnai aktivitas bisnis baik di negara maju maupun berkembang. Konsep baru yg berkembang karena kemajuan teknologi informasi dan berbagai paradigma bisnis baru yg dianggap sebagai kunci sukses perusahaan di era informasi masa mendatang. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa e-bisnis adalah : merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi & proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen & komunitas tertentu secara elektronik. Salah satu sarana yang digunakan untuk melakukan transaksi diantara entitas e-bisnis adalah internet. Internet merupakan salah satu bentuk model jaringan yang menghubungkan antar komputer. Jaringan komputer merupakan media yang secara native bersifat kurang aman.   Melalui jaringan komputer tindakan kejahatan dapat dilakukan, mulai dari penyadapan/pengintipan hingga pencurian dan pengrusakan data/informasi. Berkaitan dengan hal tersebut, salah satu fa...