Dynamic Host Configuration Protocol
Setiap device yang
pada sebuah sistem jaringan komunikasi data harus memiliki alamat untuk dapat
saling berkomunikasi. Protokol yang digunakan saat ini umumnya IP (Internet
Protocol). Pemasangan alamat IP pada sebuah perangkat (komputer, notebook,
smartphone) dapat dilakukan secara :
- Statik (manual), kita memasangkan dengan alamat IP tertentu
- Dinamis (otomatis), perangkat akan terpasang alamat IP secara otomatis melalui suatu sistem yang disebut DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).
Server DHCP
merupakan sebuah server yang
berfungsi untuk mendistribusikan sekumpulan alamat IP kepada perangkat yang
bertindak sebagai client DHCP.
Sehingga masing-masing client akan
dapat menerima alamat IP yang bersifat unik dan pemasangan alamat IP terhadap client dilakukan secara otomatis. Mesin
yang bertindak sebagai DHCP server dapat berupa komputer dedicated yang
terpasang protokol DHCP, router, switch L3, atau Access Point yang memiliki fitur DHCP Server.
DHCP diimplementasikan sebagai sebuah layanan client/server, sebagai ilustrasi perhatikan gambar berikut :
Cara kerja DHCP
Ketika komputer client
diaktifkan, service DHCP client akan mengirim sebuah pesan DHCP-DISCOVER secara broadcast,
melakukan permintaan alamat IP (IP
Request) ke server DHCP.
Permintaan tersebut berisi alamat hardware
(MAC address) dari host client.
Server DHCP yang
menerima broadcast dan memiliki
alamat IP, akan mengirim sebuah pesan DHCP
lease OFFER ke client, menawarkan
alamat IP (IP offer) yang akan dipasang
pada host dhcp client untuk periode waktu tertentu (disebut lease). Alamat-alamat yang ditawarkan
oleh server ditandai dan tidak
ditawarkan ke client lain selama
proses negosiasi berjalan.
Client akan
memilih satu alamat IP (IP Selection) dari penawaran alamat yang tersedia dan
mengirim secara broadcast pesan DHCP lease REQUEST, hal ini
mengindikasikan telah terjadi proses pemilihan alamat IP. Hal ini pula yang
mengijinkan DHCP untuk mengembalikan kumpulan alamat IP yang tidak digunakan
sehingga bisa ditawarkan kembali kepada client
lain. Ketika client menerima penawaran IP, alamat digunakan oleh client dalam
jangka waktu tertentu mekanisme ini disebut lease.
Kemudian DHCP server akan mengirim pesan DHCP lease ACK sebagai pemberitahuan,
yang mengindikasikan bahwa alamat IP, subnet
mask dan durasi penggunaan alamat IP telah resmi digunakan oleh client. DHCP juga dapat dikonfigurasi
agar dapat mengirimkan informasi lain (misalkan alamat dari server DNS atau alamat default gateway ).
Client akan mengirimkan sebuah pesan lease request baru ke
server DHCP ketika masa sewanya tinggal tersisa setengah dari masa sewa.
Kemudian jika server mendengar pesan permintaan tersebut, ia akan mengirimkan
DHCPACK ke client. Hal ini akan me-reset masa sewa yang telah berlangsung
sebelumnya. Jika server DHCP tidak tersedia, client akan melanjutkan masa sewa
yang tersisa, tidak memperbaharui masa sewanya.

Komentar
Posting Komentar